Seperti Kota



seperti kota, kekasih
kau ingin jadi apa di dalam diriku?

apakah saga temaram lampu jalanan yang hangat?
ataukah setapak lengang yang basah selepas hari hujan?

seperti kota, kekasih
kau ingin serupa apa di dalam diriku?
ombak tenang yang senantiasa pulang di garis pantaikah?
menjadi siul-siul angin yang setia memberi kabar pada kemaraukah?
atau, rintik yang selalu berlomba mencuri uap panas dari gelas kopiku yang sunyi?

seperti kota, kekasih
biarkan. biarkan dirimu lelap di tengah pagi yang angka satu
biarkan dirimu menjadi alasan setiap aku rindu pada bau asin angin yang kering
biarkan kau, gemuruh seperti rayapnya kendaraan di kota yang petang

seperti kota,
biarkan kau senantiasa hingar di ingatanku
menjadi rumahku
menjadi tempatku pulang
sejauh bagaimanapun aku membuang langkah

Luwuk, medio Maret yang hujan

Comments

Popular Posts