[Bincang Buku] Melihat Api Bekerja, Kumpulan Puisi Aan Mansyur




Judul           : Melihat Api Bekerja

Penulis        : M Aan Mansyur

Ilustaror      : Muhamad Taufiq (Emte)

Penerbit       : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan       : Pertama/ 2015

Tebal buku  :155 halaman

ISBN           : 978-602-03-1557-7

Sebagai penyuka dan penikmat puisi, siapa yang tidak kenal dengan Aan Mansyur? Namanya sudah tidak asing lagi di dunia para pecinta puisi, termasuk saya sendiri. Sebenarnya, saya belum begitu lama menjadi pembaca puisi-puisi Aan Mansyur, baru sekira empat tahun belakangan, sejak duduk di bangku kuliah tahun pertama. Buku Aan yang pertama kali saya beli waktu itu adalah Kukila, atas rekomendasi seorang sahabat. Setelah dari buku itu, saya kemudian menjadi pembaca setia blog Aan yang dulu masih di sini, kemudian menjadi follower Aan di Twitter, dan sekarang mengikuti apa yang dia selalu tulis di Medium. Lebih kerennya lagi, di film AADC2 nanti, akan ada puisi Aan dimunculkan di sana. Keren kan, ya?

Nah, kali ini saya mau bincang-bincang soal buku kumpulan puisi Aan berjudul Melihat Api Bekerja. Buku ini terbit tahun lalu, 2015, dan lebih kerennya, ternyata buku ini masuk nominasi Kusala Sastra Khatulistiwa ke-15.

Memangnya keren? Tidak usah ditanyakan lagi mah kalau puisi-puisi milik Aan. Rasanya sangat menyenangkan membaca 54 buah puisi Aan di sini, ditemani 60 ilustrasi Emte yang mengagumkan. Di awalan membaca kata pengantar dari Sapardi, beliau menulis bahwa membaca karya-karya Aan seperti mendengarkan langsung Aan membacakannya. Setelah saya baca, saya membuktikan sendiri, bahwa benar-benar ketika membaca puisi-puisi di buku ini, seperti ada suara Aan sayup-sayup seolah membacakannya langsung.

Ilustrasi dalam buku ini adalah hasil penerjemahan Emte atas semua puisi yang ditulis Aan. Warnanya yang didominasi cokelat tanah, makin mempertegas aura dari setiap puisi yang ditulis. Perempuan mendominasi keseluruhan ilustrasi dalam buku Melihat Api Bekerja. Di satu puisi, kita seperti mendapati Aan sedang bercerita tentang seorang perempuan yang dia cintai, berloncat ke puisi lainnya, kita seperti mendapati Aan sedang bercerita tentang seorang perempuan kepada perempuan yang sedang ia ceritakan. Hihi, rumit, ya? Tapi sungguh, puisi-puisi Aan senantiasa menghipnotis.

Membaca puisi-puisi Aan di buku ini, membuat kita sejenak berpikir, merenung, kemudian akhirnya akan sepakat atau menolak apa yang ditulisnya. Contohnya:


Seluruh yang kaumiliki
bukan yang kaumau.
Seluruh yang kaumau
bukan yang kaubutuh.
Seluruh yang kaubutuh
bukan yang mampu kaujangkau.
Semua yang mampu kaujangkau
luruh dan sia-sia belaka.

Kan? Selain itu, di dalam buku kumpulan puisi ini, kita sebagai kaum anak muda masa kini akan menemukan begitu banyak kutipan-kutipan yang akan membikin kita baper, bawa perasaan, yang berakhir galau, tapi tetap candu. Haha. 

Hidup tanpa curiga adalah hidup
yang terkutuk. Kawan adalah lawan
yang tersenyum kepadamu.

Aku mencintaimu dan kau
mencintaiku—meskipun tidak
setiap waktu. Kita menghabiskan
tabungan pernkahan untuk beli
bensin.

Intinya, membaca buku ini, serupa membaca mantra-mantra yang membuat kita baper, tapi senantiasa menyenangkan. Buku yang wajib dibaca bagi setiap penyuka dan penikmat puisi. Selamat membaca!

Comments

  1. sya juga penyuka puisi..
    ah..jadi pengen punya bukunya...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Nova!
      Iya nih, bukunya recommended banget buat penikmat puisi, kalau sudah beli dan baca, bisa direview juga, Mbak. Terima kasih sudah mampir dan selamat membaca! :)

      Delete
  2. dulu aku pernah menyukai puisi tapi entah kenapa sekarang otakku sepertinya tak mampu lagi menjamah puisi. Tapi sebait puisi di atas sepertinya mampu menghidupkan geloraku kembali

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, Mbak Rani! Terima kasih sudah mampir. Puisi sebenarnya bisa diartikan beda-beda oleh setiap pembaca, bahkan terkadang, puisi itu sendiri hanya punya tafsir "spesial" oleh si penulisnya. Kalau saya sekarang lagi tahap suka sama puisi, suka membaca juga. Mari, sama-sama berpuisi. Kalau nanti Mbak sudah beli buku di atas, selamat membacaaaaa.:)

      Delete
  3. bagus puisi nya kak...saya suka kak

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular Posts