Lelaki Bernama Terbit



Ada banyak jingga berpendar saga di bola matamu. Dan saya yakin, itu cinta. Malu-malu, kamu bersuara lirih, menyebutkan kata yang harus saya ucap ketika ingin menyapamu. Nama? Iya, kamu mengucap nama. Terbit. Itu namamu. Dan, bagi saya terbit adalah indah, sebab kawanan iblis serupa terbirit, karena ketika terbit, banyak suara pengangunganNya yang tergemakan di seluruh menara.

Ah, Terbit. Kamu indah. Serupa bola-bola salju berwarna putih yang semakin membesar, ada pula rasa itu menyusup halus dalam dada saya. Beralun indah, serupa menetes di genting perasa saya. Boleh saya ikat hatimu di sekat ulu saya? Tidak, saya tak akan mengikatnya dengan tali rafia warna-warni, tapi saya akan mengikatnya dengan bersetia di sisimu, seperti setianya pelangi ketika hujan mereda.

19:10. Tantangan permainan frasa dari Kak Irna.

Comments

Popular Posts