D!

saya ingin menikahimu di ujung belati
saya
membisikkan mantra-mantra
kematian sambil mengusap ubun-
ubunmu dengan rapalan doa sekarat
lalu saya ingin menjelma menjadi
dongeng buta di sudut bantalmu
menanak diri saya menjadi mimpi
buruk yang tak punya ujung
kemudian meniupkan kenangan itu
(lagi) di pelupuk memorimu
sembari berlalu, meninggalkanmu
yang berdarah-darah

(Reski, di ujung pagi)

Comments

Post a Comment

Popular Posts