Kamu = Obat

Tak terasa sudah dua tahun kita bersahabat. Sahabat? Bukan, kita bersaudara. Mengenal kamu di awal-awal saya melepas putih abu-abu saya. Merasai persaudaraan manis bersama kamu adalah salah satu dari sekian banyak hadiah indah dari Tuhan, dan salah satu dari sedikit bingkisan hebat dariNya.

Mimpi? Ah, kita berdua adalah pemimpi ulung. Kaki-kaki langit pun sudah meneguk mimpi-mimpi kita. Apa katamu? Raja Ampat, Jepang, Indonesia Open, dan, hei, banyak sekali mimpi kita berdua yang sudah tercatat dalam agenda otak saya. Tulisan kecil ini akan meledak jika harus saya sebutkan semua.

Kamu adalah obat. Kamu tahu penawar ketika saya sedih. Kamu paham pengurang rasa sakit ketika saya 'nyeri'. Kamu mafhum akan apapun yang saya rasakan.

"Jangan pusing lagi ya, saya sedih ketika kamu juga sedih." Kamu berujar perlahan sambil menepuk bahu saya. Saya menanggapinya dengan menonjok bahu kamu dan berkata kamu sok tahu. Hei, padahal dalam hati, saya memeluk dan mengikat kuat simpul kata-katamu tadi.

Saya bangga memunyai sahabat seperti kamu. Saya bahagia memunyai persaudaraan seperti ini. Kita adalah sahabat terkeren dunia akhirat!

Untuk Lista, the ugliest friend that I ever had. Hoho.
Peluk cium dari saudarimu yang cantik, Kio.
Uhibbukifillah! :')

Comments

  1. Masih ada yang kurang kata2nya :D

    "Kamu adalah salep ketika saya keseleo"

    hahaha :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hamma mu kasih begitunya saudariku, Ikrom! *siram minyak tanah *bakar Ikrom

      Delete

Post a Comment

Popular Posts